Jangan Ngaku Petualang Kalau Belum Menjelajahi Gunung Di Malang Ini!

0
19

Malang adalah salah satu tujuan utama wisata favorit di Jawa Timur. Jika biasanya kebanyakan orang mengincar taman rekreasi atau wisata outbound Malang, sepertinya liburan kali ini perlu mencoba petualangan yang berbeda. Dengan lokasi geografisnya yang dikelilingi pegunungan, tidak heran kalau Malang jadi tujuan bagi para pendaki. Berikut ini beberapa gunung di kawasan Malang yang layak untuk kamu jelajahi!

Diselimuti Cerita Mistis, Arjuno Tetap Menawan Untuk Dinikmati

Terletak di barat laut Kota Malang, gunung ini mempunyai ketinggian 3339 mdpl. Biasanya para Pecinta Alam melakukan Pendidikan Dasar di kawasan Gunung Arjuno. Pendaki bisa menggunakan tiga jalur untuk menuju puncak Arjuno, yaitu dari Kota Batu, Lawang dan Tretes.

Namun jalur Tretes sudah masuk wilayah Kabupaten Pasuruan. Walau begitu umumnya pada pendaki akan memilih jalur Tretes. Sebab jika melewati jalur tersebut bisa sekalian mendaki ke Gunung Welirang. Persimpangan antara Arjuno dan Welirang terletak di shelter Pondokan yang dilalui apabila mendaki dari jalur Tretes.

Selain itu, pendaki juga akan memiliki keuntungan sendiri apabila memilih jalur Tretes. Yaitu adanya sumber air melimpah di setiap shelternya, sehingga tak perlu khawatir kekurangan air. Puncak Gunung Arjuno disebut dengan Puncak Ogal-agil, karena dulu ada batu di puncak tersebut yang jika tertiup angin akan bergoyang.

Jangan Sombong Ketika Sampai Di Puncak Welirang, Karena Para Penambang Sudah Melakukannya Puluhan Kali

Gunung Welirang lokasinya masih satu kompleks dengan Arjuna, karena itulah tidak sedikit pendaki yang langsung melakukan pendakian pada kedua gunung tersebut. Berbeda dengan Arjuna yang merupakan gunung tidak aktif, gunung dengan ketinggian 3156 mdpl ini adalah gunung berapi aktif yang selalu mengeluarkan asap dan belerang.

Banyak penduduk di sekitar Gunung Welirang yang bekerja sebagai penambang belerang. Biasanya mereka akan menjadikan shelter Pondokan sebagai tempat tinggal sementara selama mereka menambang.

Selanjutnya, hasil tambang akan diangkut oleh mobil jeep. Apabila mendaki ke Welirang dan berpapasan dengan para penambang, ada baiknya jika memberikan jalan lebih dulu. Karena beban yang mereka bawa setelah menambang sangatlah berat.

Menikmati Panorama Kota Dari Puncak Panderman

Mungkin tidak banyak tahu tentang gunung yang satu ini. Tapi kalau untuk orang Malang, Gunung Panderman adalah tempat pelarian dari kesibukan sehari-hari untuk sekedar melepas penat. Panderman juga masih tergabung dalam komplek Pegunungan Kawi, dengan puncaknya setinggi 2000 mdpl.

Pendakian dimulai dari Kota Batu dan membutuhkan sekitar dua jam pendakian sebelum sampai di puncaknya. Jika ingin mendirikan tenda, pendaki biasanya akan mendirikan di puncak atau Latar Ombo yang merupakan satu-satunya shelter di Gunung Panderman.

Saat ini aktivitas mendaki gunung memang sedang digandrungi. Kalau dulu hanya organisasi Pecinta Alam, berbeda dengan sekarang ini yang semua kalangan berlomba untuk mencapai puncak gunung. Perlu di catat, mendaki merupakan aktivitas yang beresiko.

Sebagai pendaki jangan hanya membawa modal nekat, tetapi juga harus mempersiapkan semua keperluannya. Mulai fisik, mental, perlengkapan hinga bekal yang mencukupi. Lebih baik jika memiliki atau paham dengan ilmu navigasi, survival dan hal lainnya yang terkait dengan kegiatan di alam bebas.

Satu lagi, yaitu etika yang merupakan hal penting untuk dijaga selama mendaki. Jadilah pendaki yang memiliki tanggung jawab dengan menerapkan etika. Jangan ambil apapun kecuali gambar, jangan bunuh apapun kecuali waktu, jangan tinggalkan apapun kecuali jejak. Satu lagi, jangan bakar apapu kecuali semangat! Apalagi masalah sampah, kalau mendaki bawa pulang sampahmu ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here